Kemarin itu seneng juga liat ricky bisa ngumpul lagi bareng kita setelah sekian lama ngga ketemuan (mungkin hampir 2 bulan lebih kali ya). Dan ternyata emang ada berita baru yang dia ceritain kalo dia mau maju sidang hari kamis, 15 Maret ini. Wah surprise2. setelah penantian sekian abad untuk maju, ternyata hari itu dateng juga hehe.
Well Ricky, stand on your feet and fight like a man ya ntar…Aku harap aja dia tabah untuk menghadapinya, alaaah…emangnya sinetron Hidayah apa hahaha…
Denger Francis bagi berkat soal anak komselnya yang bertumbuh, wah merupakan sukacita ya bagi kami semua karena itulah kekuatan kita ketika melayani, melihat orang yang kita layani bertumbuh.
Agus yang berusaha menjaga kesaksian di ruang kuliah dengan tidak ikut arus teman2nya yang terbiasa nyontek.
Fajar yang tetap bergumul dengan teman2nya di kampus masalah retreat yang lalu dan rencana untuk mengadakan acara besar se jawa barat bersama rekan2nya. Bravo…
Jangan pernah menyerah ya jar…kamu bisa…:-)
Kemarin kami bahas soal 7 Ciri Pria Tidak Dewasa yang ditulis oleh Penatua Abbalove Ministry, Kak Eddy Leo. Beliau cukup mumpuni untuk masalah yang satu ini. Pria sejati bo. Tujuh ciri itu adalah : 1. Sensual 2. Egois 3. Tidak Konsisten 4. Tidak tepat janji
5. Tidak bertanggung jawab 6. Suka bersembunyi 7. Hanya berespon pada pemaksaan.
Dari tujuh yang kami bahas, ada beberapa hal yang memang kami masih berusaha untuk berubah. Cukup menarik juga respon dari rekan2 komsel karena ya memang kami masih belum sempurna dan masih dalam proses menuju kedewasaan.
Ciri ketiga, yaitu tidak konsisten ternyata memakan waktu yang cukup lama pembahasannya. Ternyata ada lagi keluar muncul istilah ‘dinamis’ dan ‘statis’. Awalnya sih yang memprovokasi siapa lagi kalo bukan Agus yang suka berpolemik haha… bagus juga karena kritis itu penting, tul ga bo?
Franz cerita kalo dia tuh terbiasa melakukan segala sesuatunya secara teratur, bahkan dalam penulisan file di komputer pun dia memilik format tersendiri, parkir motor di tempat yg sama, meletakkan barang di tempat yang sama. Semuanya serba teratur sedangkan saya benar2 tidak teratur sama sekali. Berantakan 
Nah disinilah muncul istilah dinamis dan statis, orang yang konsisten sempet dikonotasikan dengan orang yang kaku, sementara orang yang dinamis lebih cenderung flexible. Tapi ternyata setelah kami bahas lebih dalam, ngga melulu harus seperti itu, karena segala sesuatunya harus seimbang/ proporsional.
Well, panjang kalo diceritain semua disini, tapi waktu itu kami tutup komsel cowok dengan satu statement dari Edwin Louis Cole, pendiri Christian Men’s Network : “Menjadi laki-laki adalah masalah kelahiran. Menjadi pria sejati adalah masalah pilihan.”
~@nto


