Gonjang ganjing soal Cicak vs Buaya ini ternyata memang menyedot perhatian masyarakat luas. Baru kemarin saya menulis hal ini, eh tadi sore saya baru tahu kalau dua pentolan masyarakat dari pihak pengacara maupun dari pihak DPR ternyata bersilat lidah hingga dipisahkan oleh staf presiden bidang hukum karena sudah menjurus kepada keributan secara fisik. Memalukan.
Banyak warga protes dengan perdebatan yang menguras perhatian masyarakat luas ini. Lihat saja perekonomian yang tiba-tiba terpengaruh oleh kasus ini. IHSG yang juga beranjak naik. Pasar saham bergejolak. Tidak sepatutnya masalah ini menjadi besar dan menjadi konsumsi masyarakat awam melalui media Facebook, yang justru ujungnya malah persaingan yang tidak sehat, karena pihak yang merasa terpojokkan pun membuat group solidaritas melalui media facebook juga, kan bukan seperti ini seharusnya yang terjadi. Hampir semua lapisan angkat bicara termasuk presiden yang didesak kaum akademisi untuk memberikan statement-nya, walaupun saya tahu apa yang akan dikatakan oleh Pak SBY. (karena itu yang sering dikatakan oleh staf presiden setiap kali wawancara di TV).
Terakhir saya lihat juga tadi malam Kapolri merasa terusik dengan ulah anakbuahnya yang secara tidak sengaja mempopulerkan istilah cicak dan buaya sehingga beredar luas di masyarakat dan kemudian dia merasa perlu untuk memberikan pernyataan agar istilah itu tidak digunakan lagi. Eh lagi-lagi Media merasa pernyataan Kapolri itu sebagai intervensi terhadap pihak media. Hmmm…semakin runyam urusan ini.
Hari ini saya dengar akan ada sidang di MK untuk mendengarkan rekaman pembicaraan yang sangat ramai dibicarakan itu. Penasaran nih ingin tahu lebih lanjut masalah ini.
Dari awal kasus ini merebak, saya sudah punya firasat polisi akan jatuh pamornya oleh karena terus menerus disudutkan oleh media dan juga masyarakat luas. Padahal kita seharusnya tidak lupa akan jerih payah mereka menangkap dan menghancurkan organisasi teroris baru-baru ini. Sungguh disayangkan jika kerja yang apik itu hancur oleh karena ulah segelintir orang yang memelintir fakta atau tidak profesional dalam menggunakan wewenang yang mereka miliki.
Saya tidak berharap ada pihak-pihak yang justru tersenyum melihat semua ini dan merasa terbantukan sehingga kasus yang menimpa dia tidak ter-expose oleh publik. Semoga tidak ada orang yang seperti itu.




No Comments Yet